Close

Tentang Japelidi

Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) adalah komunitas beranggotakan dosen, peneliti dan pegiat yang concern pada isu-isu literasi digital. Didirikan sejak 2017, saat ini Japelidi beranggotakan 168 pegiat dari 78 Universitas/lembaga yang tersebar di 30 Kota, dalam dan luar negeri.

Japelidi (Jaringan Pegiat Literasi Digital) adalah komunitas pegiat literasi digital yang didirikan pada tahun 2017 dengan semangat berkolaborasi untuk berkiprah sebagai salah satu motor penggerak beragam kegiatan literasi digital di Indonesia.

 

Sejak berdiri hingga sekarang, Japelidi telah mengadakan berbagai program literasi digital seperti penelitian, konferensi, seminar, workshop, penerbitan buku, diskusi, pelatihan, kampanye dan produksi konten kreatif baik berupa infografis dan videografis.

 

Beragam program ini dilakukan baik melalui kerjasama antara anggota Japelidi maupun dengan pemerintah maupun komunitas lain, di antaranya adalah Kementrian Komunikasi dan Informatika, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Siberkreasi, dan Komunitas Beda itu Biasa.

Hingga sekarang tercatat 163 anggota yang sebagian besar adalah akademisi dari 78 perguruan tinggi di 30 kota di Indonesia. Japelidi dipimpin oleh Koordinator, Dr Novi Kurnia, dengan sekretariat bersama Japelidi beralamatkan di Program Magister Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, 55281.

 

Situs Web Japelidi

http://japelidi.id/

 

Kanal Media Sosial
FB @Japelidi
IG @japelidi
Twitter @japelidi

F. A. Q.

Can I edit the files ?

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Is it Layered ?

There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text.